Hutan Wisata Baning berada di tengah Kota Sintang. Kawasan wisata Hutan Baning ini lebih tepatnya berada di wilayah Kelurahan Baning, Kelurahan Tanjung Puri, Kecamatan Sintang, Kabupaten Sintang, Provinsi Kalimantan Barat. Hutan Wisata Baning merupakan satu-satunya hutan tropis alami di Indonesia yang berada di tengah-tengah kota. Selain itu, hutan ini juga merupakan hutan rawa gambut yang tergenang sepanjang tahun, sehinga diperkirakan terdapat beberapa jenis tumbuhan khas yang hanya tumbuh di kawasan hutan ini.
Pada awalnya, oleh pemerintah daerah,pada tahun 1975, kawasan wisata ini memiliki aus sebesar 315 hektar.Akan tetapi, antara sekitar tahun 1975 hingga tahun 1994, kawasan hutan ini terjadi banyak perubahan. Sebagian kawasan hutan ini dijadikan untuk perumahan dan perkebunan. Malah, ada beberapa dari mereka membuat sertifikat atas tanah tersebut. Maka pada tahun 1992, pada kawasan ini diadakan pengukuran ulang. Maka, pada tahun 1992, luas kawasan hutan tersebut ditetapkan seluas 213 hektar. Akan tetapi, pada tahun 1998, terjadi kebakaran hutan yang cukup dahsyat, sehingga kawasan hutan ini makin berkurang, hingga 150 hektar. Ekosistem pada daerah ini, termasuk ekosistem rawa gambut. Pada kawasan hutan ini, bbanyak didiami oleh penduduk, yang berjumlah kira-kira 43000 jiwa. Mereka terdiri dari bermacam sukku, seperti, Dayak, Melayu, bahkan Jawa, Batak, Padang dan lain sebgainya. Penduduk yang mendiami sekitar kawasan ini, tidak hanya mempunyai mata pencaharian sebagai petani, tetapi, banyak dari mereka yang sudah menjadi pegawai.
Pada kawasan hutan wisata Baning merupakan habitat hidup tumbuhan langka, seperti ramin (gonystilur bancanus sp), jelutung (diera lawi), resam (glyhenis linearis), rengas (gluta renghas sp), medang (litsea firma sp), mentibu (dacty locladusstenos), perepat (cambreto carpus rotundatus), bintagor (callophyllum inophylum), pulai (alstonia schoolaris), kempilik (quercus sp), tamang burung (eugenia sp), kantong semar, dan anggrek hitam.
Kawasan wisata Hutan Baning pada kenyataannya, bukan hanya merupakan tempat hidup tumbuhn langka. Hutan Baning juga merupakan tempat hidup beraneka hewan langka, seperti: raja udang (halycon smymemsis), biawak (varanus salvator), punai (treton ernaris), beo (gracula religiosa), cucakrawa (pycnonatus zeylandikus), musang air (cynogale benneti), tupai tanah (larisous insignis), bajing terbang (peraurista elegans), kelasi, dan beberapa jenis burung.
Hutan Baning, bukan hanya merupakan cagar alam yang melindung tumbuhan dan hewan langka, tetapi juga merupakan kawasan wisata, yang memiliki berbagai fasilitas. Di kawasan ini telah terdapat beberapa warung makan, maka bagi pecinta kuliner, mereka dapat menikmati perjalanan wisata di dalam hutan ii tanpa rasa was-was kekurangan makanan. Lebih hebatnya, kawasan Hutan Baning telah dilengkapi sarana untuk bermalam, berupa losmen dan wisma. Pengelola kawasan wisata ini juga mendirikan kios yang menjual berbagai cendera mata, yang dapat dijadikan oleh-oleh khas kawasan ini.