Djoko Santoso: Indonesia Bisa Punah, Indonesia Perlu Perubahan

Djoko Santoso, Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, setuju dengan pernyataan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto bahwa Indonesia bisa punah. Cara untuk menghindarinya, Djoko mengatakan, Indonesia perlu perubahan.

 

Djoko Santoso: Indonesia Bisa Punah, Indonesia Perlu Perubahan

“Ada satu organisasi mengadakan simposium, dikatakan bangsa Indonesia harus bangkit bergerak dan berubah atau akan punah,” ucap Djoko di Kopi Bos, Tebet, Jakarta Selatan, Kamis 20 Desember 2018.

 

Djoko tidak banyak bercerita tentang sejarah bangsa nusantara yang melihatkan tren tidak berumur panjang. Seperti Kerjaan Sriwijaya. Ucapnya, Cuma bertahan selama 300 tahun. Bukan hanya kerajaan Sriwijaya, Demak juga cuma bertahan puluhan tahun. Untuk menghindarinya Djoko melontarkan, rakyat Indonesia harus lebih detail dan kritis menanggulangi ancaman negara.

Bukan hanya itu, Djoko pun menyatakan persoalan patologi negara. Djoko mengibaratkan negara banjiri manusia yang rentan terjaring penyakit pada umur 80 hingga 90. Dia mengucapkan manusia biasa terkena serangan hati atau jantung pada umur itu. Sambung Djoko, negara bisa jadi ludes dan sakit. Contoh negara yang sudah runtuh yaitu Yugoslavia dan Uni Soviet.

Pada penghujung abad 20, dunia mengalami globalisasi dan perubahan iklim. Dampak dari yang pertama disebutkan tadi, bisa mendatangkan hal negatif seperti narkoba. Djoko menuturkan Narkoba bisa datang sekaligus dalam satuan ton, bukan lagi kilogram. Selain itu ada juga masalah kesenjangan sosial, yang menurutnya kian parah.

“Maka ini semua jadi ancaman kita yang sudah membahayakan bangsa,” tutur dia.

Lanjutnya, dirinya membiarkan rakyat untuk bebas dan hak memilih siapapun pemimpin negara ini. Bahkan Indonesia sudah meyakini demokrasi dengan ideal Undang-Undang Pemilu. Menurut Djoko, kedua pihak oposisi dan inkumben telah setuju untuk melaksanakan pemilu damai yang disaksikan secara seksama, beberapa waktu lalu di Monumen Nasional.

“Pilpres bukan segalanya, tapi salah milih presiden mempercepat itu,” tegas Djoko.

 

Dengan demikian, Djoko mengatakan Prabowo Subianto merupakan Calon Presiden yang jujur dan bersih. Memilih selain Prabowo, berarti mempercepat kepunahan itu.

via Djoko Santoso: Indonesia Bisa Punah, Indonesia Perlu Perubahan

credit by #913

Prabowo Menemui Pendukungnya Yang Berjalan Kaki Tanpa Menggunakan Alas

Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto disebut dengan macan Asia, seorang pendukung Capres nomor 02 ini asal Tegal yang bernama Rahman (45) berjalan kaki selama 20 hari tapa menggunakan alas kaki ingin bertemu Prabowo Subianto. Bahkan, dia menceritakan keluh kesah petani di Tegal yang menyebut pemerintah saat ini banyak impor.

“Saya tersentuh kepada rakyat-rakyat yang sekarang mengutarakan kekecewaannya, kesedihan ekonominya dari petani-petani kecil seperti pupuk, apalagi penyesalannya dari petani ini masih banyak impor beras,” ucap Rahman di kediaman Prabowo, Jalan Kertanegara no 4, Jakarta Selatan, Kamis (20/12/2018).

Prabowo sudah menampung keluhan tersebut. “Insyaallah kita nanti nggak impor ya. Rakyat kita yang kerja,” jawab Prabowo.

Lanjut Rahman menyampaikan, keinginannya untuk mempunyai presiden dari anggota militer. Menurutnya, anggota militer lebih sangat memperhatikan rakyat kecil seperti dirinya.

Prabowo Menemui Pendukungnya Yang Berjalan Kaki Tanpa Menggunakan Alas

“Saya senang dengan seorang TNI karena TNI lebih merakyat perduli orang-orang kecil. Bapak Prabowo patriot sejati yang pernah bela negaranya, mempertahankan kedaulatan NKRI yaitu Timor Leste. Beliau partner sejati untuk negara bangsa Indonesia,” tutur Rahman.

Pembicaraan Rahman dan Prabowo berlangsung diliput oleh awak media dan secara terbuka. Rahman mengatakan bisa masak khusunya mie ayam dan Prabowo menyamputnya dengan canda tawa.

Obrolan Prabowo dan Rahman itu berlangsung secara terbuka dan diliput oleh awak media. Kepada Prabowo, Rahman mengaku bisa masak

“Kamu masak coba mi ayam ke saya nanti malam. Coba ya. Lama-lama buka di depan mi ayam Pak Rahman,” canda Ketum Gerindra itu.

Kemudian, Prabowo menanyakan tentang harapan Rahman dan pekerjaan Rahman. Bahkan, dia mengucapkan terima kasih atas dukungannya yang sudah diberikan kepada Rahman.

“Terima kasih Pak Rahman anda telah menunjukkan dukungan ke saya dan Pak Sandi,” jawab Prabowo.

via Prabowo Menemui Pendukungnya Yang Berjalan Kaki Tanpa Menggunakan Alas

credit by #913

Fadli Zon Mengungkapkan Pertemuan Prabowo Dengan SBY

Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno dijadwalkan akan menyambangi kediaman Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada Jumat,  (21/12/2018).

“Pertemuan Prabowo Sandi dan Koalisi Adil Makmur dengan Ketum SBY akan berlangsung besok,” kata Hinca usai bertemu Prabowo di Hambalang Bogor, Jawa Barat, Rabu kemarin, (19/12/2018).

Fadli Zon Mengungkapkan Pertemuan Prabowo Dengan SBY

Adapun pertemuan akan dilakukan di kediaman SBY, Jalan Mega Kuningan Timur VII, Jakarta Selatan. Rencananya pertemuan akan digelar pada pukul 14.30 Wib.

Fadli Zon Anggota Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi menyatakan bahwa akan ada pertemuan Prabowo-Sandi dengan Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk koordinasi Pemilu.

Sebelum dari hal itu, Hinca Pandjaitan Sekretaris Jenderal Demokrat mengungkapkan bahwa Prabowo dijadwalkan bertemu SBY Jumat (20/12/2018).

“Tapi saya kira memang ada rencana untuk koordinasi, pasti. Apalagi nanti menjelang debat dari pimpinan-pimpinan partai politik, tapi mengenai teknisnya nanti dikabari,” tutur Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (20/12/2018).

Tujuan Koordinasi itu dilaksanakan karena selama ini SBY dan Prabowo sudah menemui sejumlah daerah sudah menampung aspirasi masyarakat. Apa yang ditampung dari sejumlah daerah akan dibicarakan dan dibahas kemudian bersama-sama.

“Masing-masing sibuk dengan konsentrasi dan prioritas terutama terkait dengan persiapan pemilu legislatif dan pilpres. Ada yang secara simultan, ada yang juga mana didahulukan,” imbuhnya.

Faldi mengaku tak tau apakah pertemuan itu untuk mengatakan persiapan debat Pilpres pertama pada 17 Januari mendatang dan yang akan pasti untuk debat seluruh tokoh-tokoh BPN akan diminta pandangannya.

“Pasti dari pimpinan-pimpinan partai politik itu akan dimintai masukan, pandangan, nasihat-nasihatnya supaya di dalam debat tampil secara prima, baik dari sisi substansi maupun dari sisi teknis,” pungkasnya.

via Fadli Zon Mengungkapkan Pertemuan Prabowo Dengan SBY

credit by #913

Taufan Rahmadi: Acara Akademis Opini Masyarakat Tidak Lagi Ampuh

Taufan Rahmadi Juru bicara advokasi Badan Pemenangan Nasional (BPN) pasangan calon presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Salahudin Uno mengajak seluruh masyarakat untuk rekam jejak dan melihat prestasi dari acara akademis calon presiden dan wakil presiden kandidat Pilpres 2019.

Penyataan tersebut disampaikan oleh Taufan terpaut iklan KPU yang tidak melibatkan acara akademis Prabowo-Sandi. Sementara, acara akademis pasangan capres Jokowi-Ma’ruf disampaikan. Dibelakang iklan itu menimbulkan protes dari kaum netizen.

Taufan Rahmadi: Acara Akademis Opini Masyarakat Tidak Lagi Ampuh

“Daripada ribut-ribut soal gelar akademis, mari lihat rekam jejak capres-cawapres, mari lihat mana yang suka bohong dan mana yang berprestasi,” tutur Taufan di Jakarta, Selasa (18/12)

Menurut Taufan, sejak awal pihaknya tidak mempermasalahkan acara akademik yang tidak dikaitkan dalam iklan KPU. Dia optimis, rekam sejak Prabowo selama berkarier di rekam dan militer jejak Sandi di dunia biroksi dan usaha akan lebih menjadi perhatian rakyat.

“Masyarakat pasti bisa menyikapi dengan dewasa. Lagian, Pak Prabowo dan Pak Sandi enggak mau menyombongkan gelar akademisnya,” tutur Taufan.

Taufan sangat yakin, untuk saat ini masyarakat dapat dengan mudah mencari acara akademis seseorang di dunia maya. Bahkan dia menilai, figura acara akademis untuk mempengaruhi opini masyarakat tidak lagi ampuh.

via Taufan Rahmadi: Acara Akademis Opini Masyarakat Tidak Lagi Ampuh

credit by #913

Fahri Hamzah Memberi Usul Supaya Indonesia Tidak Punah

Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menyampaikan pernyataan politik negara bisa punah, saat menghadiri Konferensi Nasional Relawan Prabowo-Sandiaga Uno di Sentul, Bogor, Jawa Barat pada Senin (17/12/2018), merasakan kontroversi.

Fahri Hamzah Wakil Ketua DPR memberikan usul. Usul yang di sampaikan menunjuk sejumlah persoalan yang sedang dialami bangsa semasa pemerintahan Jokowi, salah satunya merupakan kesenjangan ekonomi sekalian penguasaan kekayaan negara kepada elite ekonomi ataupun elite politik.

Menurutnya, kesenjangan wajib dihentikan bila tidak mah negara punah. Bukan hanya itu, reformasi dengan pembenahan politik dan institusi ekonomi yang harus dilaksanakan supaya kekayaan dan kekuatan menyebar rata.

Fahri Hamzah Memberi Usul Supaya Indonesia Tidak Punah
Fahri Hamzah Memberi Usul Supaya Indonesia Tidak Punah

“Semua institusi harus dibuat sedemokratis mungkin, tidak boleh ada institusi yang tak tersentuh. Semua harus terbuka aksesnya bagi masyarakat. Perbankan harus inklusif dalam menyalurkan kreditnya, bahkan partai politik pun harus terbuka siapa pemodalnya. #NegaraBisaPunah,” tulis Fahri Hamzah lewat akun twitter @fahrihamzah, Selasa (18/12/2018).

Usul tersebut ia nyatakan, menunjuk usul Acemoglu dalam buku yang bertajuk ‘Why Notion Fail’. Usul Acemoglu itu katanya sering di ucapkan oleh Bung Hatta. Yaitu, soal koperasi yang menjadi soko guru perekonomian bangsa Indonesia.

Bung Hatta diketahui meletakkan dasar perekonomian Indonesia dengan falsafah demokrasi ekonomi, yaitu ekonomi yang bersumber dari, oleh, dan untuk rakyat. Sehingga, penguasaan ekonomi oleh segelintir elite jelas bertentang dengan falsafah itu.#NegaraBisaPunah.

“Maka, pidato @prabowo sebagai keturunan para pendiri koperasi dan perbankan sejak zaman dahulu adalah legitimate. Tapi karena beliau akan bertarung menuju kursi kekuasaan tertinggi di Republik ini, biarkan beliau bertarung dengan narasi itu,” tulisnya diakhiri tagar #NegaraBisaPunah.

“Sebagai calon presiden, @prabowo memang harus mengurai solusinya secara lebih nyata. Pidato itu adalah gugatan sekaligus proposal agar apa yg dicemaskan justru dapat kita atasi. Kepemimpinan adalah jawaban dan bisakah Prabowo meyakinkan rakyat? Selamat berjuang!” tambah Fahri hamzah. 

Cengengesan

Fahri Hamzah sebelumnya mengingatkan kembali persoalan kondisi ekonomi oleh pemerintahan Jokowi. Bahkan, mengingatkan kalau permasalahan tidak akan selesai Cuma hanya aset tampang cengengesan.

“Masalah tidak bisa selesai dengan modal wajah cengengesan…kita punya masalah serius dan kita perlu orang-orang serius,” tulis Fahri Hamzah melalui akun twitter @Fahrihamzah, Selasa (18/12/2018).

Ketegasan serta keseriusan memandang permasalahan bangsa, lanjutnya, ditunjukkan lewat pidato Calon Presiden (Capres) nomor urut 02 Prabowo Subianto, menghadiri Konferensi Nasional Relawan Prabowo-Sandiaga Uno di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin (17/12/2018).

Namun, lanjutnya, pidato politik yang disampaikan Prabowo Subianto tentang negara bisa musnah atau punah, kembali dipolitisasi oleh kubu Jokowi. Mereka, katanya, nyinyir dan menyebut Prabowo Subianto pesimis.

“Di masyarakat awam, belum terlalu dipahami bahwa antara Ketimpangan ekonomi dan Negara Punah ada hubungannya. Itulah sebabnya pidato @prabowo bukan membawa kajian yang serius malah dicibir. Termasuk dari yang rada bisa mikir. Kecuali kalau semua sdh #GakMikir,” tulis Fahri Hamzah diakhiri tagar #NegaraBisaPunah.

Narasi yang dibawa Prabowo Subianto tentang kesenjangan dan kepunahan negara, menurutnya merupakan narasi global. Pernyataan tersebut pun telah dikemukakan intelektual kelas dunia dalam tiga buku penting yang ditulis oleh para pakar pembangunan.

Buku pertama disebutkannya berjudul ‘Capital in the 21st Century’ karya Thomas Piketty, ‘The Price of Inequality’ karya Joseph E Stiglitz, dan

‘Why Nation fail’ karya Daron Acemoglu dan James Robinson. Ketiga buku tersebut, ungkap Fahri Hamzah, mengulas secara teoris dan empiris kesenjangan sampai pada gagalnya sebuah negara.

“Saya sendiri menulis buku untuk melacak akar kemiskinan di rakyat kita dan mengapa kita bisa disebut belum sejahtera. Studi saya dibantu beberapa staf di kordinator kesra pimpinan @DPR_RI tidak saya mencoba melakukan kritik teori tapi juga evaluasi statistik,” tulis Fahri Hamzah.

Demikian Usul dari Fahri Hamzah, semoga Indonesia tidak musnah atau punah. Indonesia lebih berkembang perekonomiannya.

via Fahri Hamzah Memberi Usul Supaya Indonesia Tidak Punah

credit by #913

Prabowo Subianto: Ekonomi Indonesia Semakin Hancur, Bayi Yang Baru Lahir Sudah Memiliki Hutang

Calon Presiden Nomor Urut 02 Prabowo Subianto mengkritik situasi ekonomi yang ada Indonesia. Ia menungkapkan, bahwa pendapatan per kapita untuk saat ini Cuma US$ 1.900.

Prabowo membeberkan uraian Fuad Bawazier anggota tim ekonomi Badan Pemenangan Nasional (BPN) hanya mencapai US$ 1.900 per tahu. Sebenarnya, pendapatan per kapita RI sampai US$ 4.000.

“Saudara sekalian, para ahli mengatakan penghasilan kita per kapita adalah sekitar US$ 4.000 per tahun. Tapi dari US$ 4.000 itu, 49%, setengahnya, dikuasai oleh 1% rakyat kita,” ucapnya dalam acara Konferensi Nasional Partai Gerindra di Sentul Convention Center, Bogor, Jawa Barat, Senin (17/12/2018).

Prabowo Subianto: Ekonomi Indonesia Semakin Hancur, Bayi Yang Baru Lahir Sudah Memiliki Hutang

“Jadi, kalau kita cabut yang 1%, kekayaan penghasilan kita setahun tinggal setengahnya, yaitu US$ 1.900. Itu kata penasihat saya, Pak Fuad Bawazier,” sambung Prabowo.

Tidak hanya itu ungkapan Prabowo, eks Danjen Kopassus menyinggung adanya hutang negara yang ia katakan bayi di Indoneisa yang baru lahir sudah mempunyai hutang.

“Tapi US$ 1.900 dipotong lagi utang. Ya, kita semua punya utang. Bahkan anakmu baru lahir punya utang. Utangnya kurang-lebih US$ 600. Jadi iya, utang kamu itu US$ 600. Kurang-lebih US$ 600 itu, berapa ya? Ya sekitar Rp 9 juta. Anakmu baru lahir, utang sudah Rp 9 juta,” imbuh Prabowo.

Maka dari itu, Prabowo menegaskan, ia dan Sandiaga Uno tidak akan kalah pada Pilpres 2019. Karena, menurutnya, elite yang memegang kekuasaan Indonesia tidak pernah berhasil menjalankan amanah rakyat malah membuat negara bisa musnah. Prabowo-Sandiaga mengatakan di hadapan elite dan kader Gerindra, pihaknya tidak boleh kalah di Pilpres kali ini.

“Karena itu, kita tidak bisa kalah. Kita tidak boleh kalah. Kalau kita kalah, negara ini bisa punah. Karena elite Indonesia selalu mengecewakan, selalu gagal menjalankan amanah dari rakyat Indonesia. Sudah terlalu lama elite yang berkuasa puluhan tahun, sudah terlalu lama mereka memberi arah keliru, sistem yang salah,” tutur Prabowo.

“Dan saya katakan bahwa sistem ini, kalau diteruskan, akan mengakibatkan Indonesia lemah. Indonesia semakin miskin, dan semakin tidak berdaya, bahkan bisa punah,” imbuhnya.

via Prabowo Subianto: Ekonomi Indonesia Semakin Hancur, Bayi Yang Baru Lahir Sudah Memiliki Hutang

credit by #913

Prabowo Menghadiri Tasyakuran Ponpes Bukan Kunjungan Politik

Gerindra sebut kedatangan Prabowo Subianto di tasyakuran Ponpes di Jalan Sukabumi-Cianjur KM Sukalarang bukan kunjungan politik. Meskipun, pemerintah sempat mengkritik.

Hal tersebut dinyatakan oleh Ketua DPP Partai Gerindra, Heri Gunawan menyebut kehadiran Prabowo merupakan jadwal pribadi sekalian silaturahmi. Sebab, pernah menjadi bagian dari keluarga besar Ponpes Asyafi’iyah.

Prabowo Menghadiri Tasyakuran Ponpes Bukan Kunjungan Politik

“Almarhum KH Abdullah Syafi’ie itu guru beliau ketika masih menjadi anggota TNI, tidak ada politik beliau ke sini sebagai undangan. Kalaupun memang ada teriakan-teriakan dukungan itu murni dari warga yang memang sudah menunggu kedatangan beliau di Sukabumi,” tutur Heri di sela acara, Minggu (7/10/2018).

Prabowo pernah menghantarkan sambutan kurang lebih 30 menit. Prabowo mengkritik dalam sambutannya kebijakan pemerintah persoalan ekonomi. Ia menyatakan tentang adanya usul supaya dirinya tidak berbicara keras

Prabowo sesudah menghantarkan sambutan, lalu memantau bangunan baru di lokasi Ponpes tersebut. Langkah Prabowo memperoleh pengamanan ketat dari petugas berseragam khusus.

Kemudian Heri menyebut, pengalaman memang harus dikerjakan dan mengingat Prabowo saat ini yang berstatus sebagai Capres.

“Saya memohon maaf apabila pengamanan kurang berkenan, tentu ini menjadi koreksi kami kedepan. Kondisi beliau sedang kurang sehat karena dari kemarin menghadiri beberapa acara, menerima tamu dan melakukan kunjungan ke luar daerah,” pungkas Heri.

via Prabowo Menghadiri Tasyakuran Ponpes Bukan Kunjungan Politik

credit by #913

Elektabilitas Prabowo Subianto-Sandiaga Uno Melonjak Tinggi

Kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Salahudin Uno tidak ingin mengambil pusing kepada Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA menyebut program pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor 02 tersebut belum banyak yang tahu masyarakat.

Elektabilitas Prabowo Subianto-Sandiaga Uno Melonjak Tinggi
Elektabilitas Prabowo Subianto-Sandiaga Uno Melonjak Tinggi

Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Koalisi Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak menyatakan pada masa kampanye masih sangat panjang, yaitu tersisa empat bulan lagi. Agenda aksi Prabowo-Sandiaga terus bersosialisasi ke seluruh segmentasi pemilih atau tanpa liputan media.

“Dibandingkan dengan petahanan, BPN diperkuat oleh banyak relawan yang tersebar di seluruh Indonesia yang bekerja secara sukarela dan militan tanpa dibayar,” beber mantan Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah itu dihubungi wartawan, Jumat (7/12/2018).

Oleh karena itu, ia membeberkan seluruh relawan Prabowo-Sandiaga terpanggil untuk menentang ketidakadilan yang selama ini hadir dan bekerja. Bertujuan untuk memastikan perubahan hadir di Indonesia.

“Oleh sebab itu, data beberapa lembaga survei yang independen menyampaikan kepada kami secara tertutup bahwa elektabilitas Prabowo-Sandi melonjak cepat, pun demikian dengan hasil survei internal menunjukkan hal serupa,” pungkasnya.

via Elektabilitas Prabowo Subianto-Sandiaga Uno Melonjak Tinggi

credit by #913

Andre Rosiade Berpendapat Adanya Korupsi Yang Tersebar Luas Belum Ditangani Dengan Tuntas

Andre Rosiade, Anggota Badan Komunikasi DPP Partai Geindra, menanyakan alasan saran kubu Jokowi-Ma’ruf yang meminta supaya persoalan di zaman Orde Baru (Orba) Soeharto masuk dalam tajuk perdebatan Calon Presiden-Calon Wakil Presiden (Caores-Cawapres).

Ajuan tersebut dikatakan oleh Raja Juli Antoni Wakil Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) dan Sekretaris Jenderal Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Andre Rosiade Berpendapat Adanya Korupsi Yang Tersebar Luas Belum Ditangani Dengan Tuntas

Kemudian, Andre menanyakan alasan kenapa yang disarankan Cuma korupsi pada saat Orba, kenapa tidak semua pemerintah? “Dari zaman kemerdekaan saja sekalian kita bicara korupsi. Kenapa harus dibatas-batasi,” tutur Andre saat dihubungi wartawan, Rabu (5/12/2018).

Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Salahudin Uno menyangkal supaya seluruh korupsi pemerintah dibahas.

“ Karena Isu korupsi juga mengemuka sejak zaman Presiden Soekarno” Kata dia.

Lanjut Andre, ia berpendapat adanya korupsi tersebar luas di era Presiden Jokowi, khususnya kasus mengkorupsi yang belum ditangani dengan selesai.

“Kenapa zaman Pak Jokowi enggak dibahas, kader-kader partai pendukung Pak Jokowi kan banyak juga yang ditangkap KPK. Kenapa enggak kita bahas. Kenapa hanya Orde Baru,” paparnya.

via Andre Rosiade Berpendapat Adanya Korupsi Yang Tersebar Luas Belum Ditangani Dengan Tuntas

credit by #913

Sandiaga Uno Menginginkan BUMN Menjadi Benteng Ekonomi Nasional

Cawapres Nomor Urut 02 Sandiaga Salahudin Uno khawatir dengan adanya hutang Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Bahkan ia menilai, hal tersebut harus diperhatikan dengan teliti dan saksama.

“Sekarang saya dapat laporan katanya sudah lebih dari 5 ribu Triliun ya. Ini alarming ya. Dan saya lihat ini tertinggi hutang sektor publik. Sudah diatas 60 persen. Ini jadi utang negara ditambah utang BUMN. It’s worry. Mustinya kita concern, mestinya khawatir,” imbuh Sandi.

Sandiaga Uno Menginginkan BUMN Menjadi Benteng Ekonomi Nasional

Kemudian Sandiaga menyampaikan,  dalam rapat BUMN Benteng Ekonomi Nasional di Hotel Ambhara, Jakarta Selatan, Rabu(12/12/2018) sore.

Bahkan, Sandiaga menilai, mungkin hutang dianggap wajar apabila situasi pengelolaan negara lagi tidak bermasalah. Dan dia khawatir adanya masalah lain yang terlambat belum diprediksi jika hal tersebut terus dibiarkan.

“Kalau ada eksternal shock gimana, kalau ada internal shock gimana. Bagaimana kalau ada satu pelambatan ekonomi yang tidak kita prediksi. Bagaimana kalau trade war berlanjut. Bagaimana kalau komoditas anjlok luar biasa,” katanya.

Lanjut Sandiaga, ia ingin BUMN menjadi benteng ekonomi nasional dan menjalankan secara profesional. Hal tersebut, ia khawatir tentang pengambilan direksi melalui tahap uji kepatutan dan kelayakan yang terbuka lewat proses di DPR RI.

“Saya sih orangnya husnuzon. Saya khawatir kalau ada 100 labih BUMN go to fit and proper testitu akan memakan tentunya suatu proses yang rentan akan intervensi,” beber Sandiaga.

via Sandiaga Uno Menginginkan BUMN Menjadi Benteng Ekonomi Nasional

credit by #913