Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta dan sekarang menjabat sebagai Calon Wakil Presiden nomor urut 02, Sandiaga Salahuddin Uno memulai aktivitas kampanye terbuka di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan (Sulsel), sempat mampir menemui H. Rahman, Herman serta Cahyadi pengusaha muda yang sukses sebagai salah satu pemasok beras di DKI Jakarta.
H. Rahman merupakan pengusaha muda yang memberikan inspirasi.
“Tidak mencari kerja tapi menciptakan lapangan kerja. Pak Rahman bersama abang dan adiknya mengelola perusahaan beras dengan produksi 250 ton per hari dengan luas sawah yang dikelola sebanyak 300 hektar,” paparnya.
Cawapres 02 itu menuturkan, Sidrap memang salah satu daerah lumbung pangan penghasil besar terbesar di Indonesia.
Ia menceritakan Herman merupakan salah satu pengusaha beras yang bekerja sama dengan “Food Station DKI” untuk memenuhi kebutuhan beras warga Jakarta. Ini merupakan salah program yang dijalankannya saat menjabat Wakil Gubernur DKI dan pemenuhan janjinya untuk harga-harga kebutuhan pokok yang terjangkau dan stabil.
Sandi Sambangi Pengusaha Muda Sukses Di Sidrap
“Saudara Herman adalah pengusaha muda, milenials, bersama Cahyadi adiknya dan abangnya, mengelola hasil pertanian. Dan sangat menghasilkan dengan memperkerjakan ratusan orang. Ini belum termasuk dengan banyak orang lainnya yang terlibat dalam rantai distribusinya,” beber Sandiaga Uno.
Mantan Wagub DKI Jakarta ini sebagai bukti bahwa masih banyak anak muda di Indonesia yang masih mau terjun dalam industri pangan seperti Herman dan keluarganya.
Sementara Herman mengaku senang Cawapres Sandi bisa mampir ke pabrik beras yang dikelolanya secara modern.
Dia mengatakan, dari pengolahan gabah ke beras serta mekanisasi dalam penanaman sampai panen. Maka, menjadi efisien dan produktif.
Herman memiliki harapan kepada Capres 02 Prabowo Subianto itu supaya ada usaha untuk lebih meningkatkan produksi beras dengan infrastruktur irigasi, pelatihan dan pupuk serta obat-obatan dengan harga yang terjangkau.
“Kami sekarang surplus beras. Tapi belum bisa ekspor karena harga produksi yang tinggi. Indonesia harga berasnya paling tinggi,” beber Herman.
Menanggapi permintaan Herman, Sandi berjanji akan memangkas biaya produksi dengan distribusi pupuk dan pengadaan obat-obatan yang terjangkau, sehingga petani bisa makmur dan surplus beras ini, serta bisa diekspor.
Bukan hanya itu, dia mengatakan juga harga beras dalam negeri bisa terjangkau konsumen dan stabil sebagaimana yang dilaksanakannya ketika dirinya menjabat sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta.
Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno berbicara mengenai janji-janji di bidang pertahanan dan keamanan serta hubungan internasional menjelang debat keempat Pilpres nanti. BPN dinilai, Prabowo-Sandi akan menyediakan anggaran dan alutsista yang cukup untuk kebutuhan militer dan terus memperjuangkan kemerdekaan Palestina.
“Kita pasti ingin menjadikan TNI kita TNI yang profesional. Tentara rakyat yang dicintai rakyat tapi juga mempunyai efek gentar di negara-negara kawasan. Caranya seperti apa? Nah konsep kita beda. kalau pak jokowi kan pati, Pamen (Perwira Menengah) berlebih mau dijadiin dwifungsi lagi kan. Itu kemunduran demokrasi. Seharusnya kan yang dilakukan adalah penguatan struktur TNI, anggarannya ditambah supaya strukturnya dikembangkan lalu kita kasih anggaran cukup supaya tentara ini bisa latihan, mempunyai alutsista dan persediaan logistik yang cukup, peluru yang cukup, semua yang cukup sehingga tentara fokus membela kedaulatan negara,” papar Juru Bicara BPN Andre Rosiade, Kamis (28/03/2019).
Andre Rosiade menuturkan Capres 02 akan fokus dalam memastikan dwifungsi TNI tidak kembali terjadi. Dan dia mengklaim jika ada kebijakan yang ingin menjadikan militer terlibat dalam institusi sipil merupakan sebuah kesalahan.
BPN: Prabowo Naikkan Anggaran Pertahanan Sampai Bela Palestina
“Pamen, Pati (Perwira Tinggi) yang tidak dapat jabatan dilibatkan ke institusi sipil, saya rasa itu kebijakan yang salah. Seharusnya anda tambah anggaran di TNI, perintahkan Panglima kembangkan struktur organisasi, kasih anggaran lalu dikasih anggaran yang cukup untuk latihan. Jadi intinya kita akan fokus, jangan sampai ada dwifungsi,” kicaunya.
Bukan hanya itu, Andre juga mengatakan mengenai janji untuk meningkatkan kesejahteraan para prajurit TNI dan personel Kepolisian. Dan dia menilai, anggaran untuk Polri juga akan meningkat kalau Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menang.
“Saya ingin pastikan Polri jauh lebih sejahtera dan jauh lebih besar anggarannya kalau Prabowo jadi presiden. Maka kita harapkan Polri harus netral, tidak berpolitik dan berpihak dalam Pemilu ini karena rakyat akan mencatat itu dalam sejarah. Jangan sampai wasit ikut kompetisi,” imbuhnya.
Berikutnya, Andre juga bicara mengenai Prabowo yang akan terus memperjuangkan kemerdekaan Palestina. Dia menekankan mendukung kemerdekaan Indonesia adalah perintah UUD 1945.
“Soal Palestina, itu pasti kemerdekaan Palestina akan diperjuangkan. Politik bebas dan aktif, lalu mendukung kemerdekaan Palestina itukan perintah UUD 45 di pembukaan di mana disebutkan menolak segala bentuk penjajahan yang paling penting ini, kita tahu Pak Jokowi menghindari pertemuan-pertemuan dengan negara-negara, makanya sidang umum PBB pun dia tidak pernah datang kan,” bebernya.
Dia juga menyindir Petahana yang disebutnya canggung saat berada di antara pemimpin dunia. Menurutnya, hal itu terkait dengan kemampuan bahasa Inggris.
“Kita kalau nonton tuh, kalau ada acara sidang-sidang, pertemuan G20, KTT-KTT itu, forum-forum internasional, kita lihat Pak Jokowi lebih cenderung diam. Lihat dong kalau lagi berdiri, mau sesi foto lalu mau sesi makan, lihat dong terlihat canggung untuk berbicara, kelihatan tidak mampu berkomunikasi. Saya tidak tahu apakah itu karena keterbatasan kemampuan berbahasan Inggris atau tidak percaya diri ya,” urainya.
Ketua Umum Partai Gerindra sekaligus Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto menyapa ribuan masyarakat Papua di Lapangan Mandala, Kabupaten Merauke, Papua, Senin (25/3/2019) kemarin.
Dalam lawatannya tersebut, Prabowo Subianto menegaskan bahwa tagline “Bergerak Dari Timur Untuk Menyelamatkan Indonesia” ialah wujud komitmennya bersama Cawapres 02 Sandiaga Uno dan tim pemenangannya dalam membangun masyarakat Papua untuk mendapatkan kesejahteraan yang selama ini tidak diperhatikan oleh pemerintah.
Tetapi, siapa sangka ternyata dibalik kunjungan kampanye Pilpres 2019 itu Prabowo sudah memiliki hubungan dekat dengan masyarakat di tanah Papua.
Hal ini juga diakui Prabowo bahwa dirinya sudah cukup lama tidak bertemu langsung dengan sahabat-sahabatnya di Papua.
Prabowo Punya 8.000 Anak Asuh di Papua, Gerindra: Itulah Seorang Pemimpin!
Mantan Danjen Kopassus ini pun ternyata sudah terlebih dahulu menjadi orangtua asuh untuk 8.000 orang anak-anak di Papua.
Terutama pengurus DPP Gerindra, Diana Widiastuti, diberi amanah yaitu tugas khusus untuk mengurus anak asuh tersebut.
“Kegiatan orangtua asuh yang dilakukan oleh Gerindra pada umumnya adalah pengenalan baca dan tulis kepada anak-anak sebelum mereka masuk ke sekolah,” beber Diana, Jakarta, Selasa (26/03/2019).
Kemudian, dia menuturkan Prabowo Subianto terus mendesak dan terus mengikuti perkembangan program anak asuh kader-kader Gerindra untuk anak-anak Papua. Calon preside 02 itu sangat memperhatikan pendidikan anak-anak di Papua.
“Kami juga mengajarkan mereka untuk menjaga kebersihan. Kegiatan ini dilakukan dengan bekerjasama dengan aparat desa setempat. Bantuan yang diberikan dipastikan sampai kepada anak-anak asuh dan dipantau secara langsung, apakah anak-anak asuh itu memang benar-benar memperoleh bantuan”, tambahnya
Dengan demikian, kegiatan sosial ini selama bertahun-tahun tidak pernah digembar-gemborkan. Banyaknya anak asuh Prabowo Subianto dan Gerindra di Papua memperlihatkan kepedulian seorang Prabowo Subianto sebagai seorang pemimpin.
“Sosok seperti inilah yang tepat untuk memimpin bangsa Indonesia menuju kebangkitan,” pungkas Diana.
Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno sependapat dengan penilaian yang mengataka timses dan relawan mereka menang dari kubu Paslon 01 Petahana dalam memberikan narasi dan militansi. BPN menilai, para relawan pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno bekerja secara mandiri.
“Yang jelas kalau dari 02, kita melihat pendukung kita itu lebih mandiri. Kemudian mereka bekerja sendiri untuk membantu bagaimana agar pasangan ini bisa muncul dan bisa tampil di masyarakat sebanyak mungkin,” urai Juru Debat BPN, Saleh Partaonan Daulay saat dimintai tanggapan, Senin (25/03/2019).
“Prinsip partisipatif itu kelihatan jelas di kubu Prabowo ini. Makanya kalau kita lihat yang ikut secara sukarela dan partisipasi secara mandiri itu pasti akan lebih militan,” sambungnya.
Juru Debat BPN, Saleh Partaonan Daulay memberikan kredit kepada relawan emak-emak Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Menurutnya, militansi dan narasi yang dibangun relawan emak-emak lebih kokoh dibandingkan dengan relawan lainnya.
Kubu Prabowo Unggul Narasi-Militansi, BPN: BPN: Pendukung Kita Mandiri
“Menurut hasil evaluasi internal itu bahwa militansi emak-emak itu jauh lebih kuat dibandingkan dengan militansi yang lain-lainnya, walaupun yang lain-lainnya sebetulnya bagus. Tapi militansi emak-emak ini agak berbeda sedikit,” jelas Juru Debat BPN itu.
Politikus PAN itu menyebut relawan emak-emak Prabowo-Sandi menjadi faktor pembeda dari relawan Petahana. Bahkan, dia menilai relawan emak-emak kubu 02 tidak gampang dipengaruhi.
“Ya dong (jadi faktor pembeda). Mereka (relawan emak-emak) tidak gampang digoyahkan dengan apa namanya pengiringan-pengiringan opini,” bebernya.
“Itu kalau di media sosial ada video emak-emak yang datang door to door menjual Prabowo-Sandi. Itu kan militan namanya, emak-emak. Itu kita berharap menjadi kekuatan yang dahsyat untuk 23 hari ke depan sehingga Prabowo-Sandi bisa menang,” lanjut politikus PAN.
Sebelumnya, peneliti Litbang Kompas, Toto Suryaningtyas menilai pasangan calon nomor urut 01 kalah dalam memberikan narasi dan militansi. Berdasarkan survei Litbang Kompas, elektabilitas Paslon 01 Petahana memang menurun, tetapi Prabowo Subianto-Sandiaga malah melonjak tinggi.
“Contoh, melalui kasus kasus yang ditangani polisi, politik identitas pasti masuk, sudah include itu, otomatis kalau pilih Prabowo sudah pasti masuk ranah politik identitas, misal 212, pembakaran tauhid yang esensinya nggak terkait Pilpres, tapi narasinya dekat ke 02 dibandong 01 narasinya. Itu bisa diamati di komen netizen. Jadi penguasaan narasi publik dan narasi itu sifatnya masif untuk itu 01 kalah,” urai Peneliti Litbang Kompas, Toto Suryaningtyas saat diskusi di Kafe Kanorai, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (25/03/2019).
Kemudian, menurut Direktur Para Syndicate Ari Nurcahyo kubu 01 hanya puas dengan selebrasi. Sedangkan kubu 02 Prabowo lebih baik di akar rumput.
“01 timses dan parpol, relawan hanya puas dengan ceremony, selebrasi dan panggung dukungan, sementara kalah dalam militansi dibanding dengan pendukung 02, 01 menang di udara, tapi kerja di politik itu ada di darat, door to door, itu kuncinya. Gimana pastikan data suara pemilih masuk ke TPS-TPS. Itu kuncinya.” kicau Ari .
“Harus diakui militansi grassroot 02 lebih bagus, narasi lebih bagus. Sementata 01 hanya menang di etalase dan dukungan deklarasi,” lanjutnya.
Ketua Umum Partai Gerindra sekaligus Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto yakin akan dapat menurunkan harga listrik dan harga sembako dalam 100 hari pertama kerja kalau terpilih Pilpes 2019. Keyakinannya tersebut berdasarkan kajian yang dilaksanakan para pakar yang dibentuknya.
“Saya katakan kepada tim saya yang sudah bekerja sekarang, Bisa nggak kita turunkan harga listrik? Mereka hitung, hitung, ‘Bisa, Pak. Bisa kita turunkan harga listrik’. Berapa lama? 1 tahun kah, 3 tahun kah, 2 tahun kah? Mereka jawab, ‘Pak, kita bisa turunkan harga listrik dalam 100 hari pertama kita,” papar Prabowo Subianto dalam kampanye Akbar di Lapangan Karebosi, Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (24/03/2019).
Prabowo Memiliki Konsep 100 Hari Dilantik Presiden, Prabowo: Masih Saya Umpetin Takut Dicuri Lawan
“Saya tanyakan bisa nggak kita turunkan 9 harga pokok? ‘Bisa’. Apa syaratnya? Dia paparkan rencana-rencananya,” lanjutnya.
Dengan demikian, Ketua Umum Partai Gerindra itu sempat enggan menjelaskan rincian rancangannya untuk menurunkan harga listrik dan sembako. Dia tidak mau konsepnya ditiru oleh sang lawan.
“Tidak akan saya ceritakan sekarang nanti ada yang nyontek. Akan saya cerita 24 hari lagi,” ungkapnya.
Atas kajian para tim pakarnya itu, Prabowo pun memiliki keyakinan bahwa harga listrik dan sembako bisa diturunkan demi kemakmuran rakyat.
“Saya tidak akan bicara kalau saya tidak percaya dan tidak yakin kita bisa mengubah keadaan ini,” pungkas Prabowo Subianto.
Peran Calon Wakil Presiden meningkatkan elektabilitas Capres dibahas di survei Litbang Kompas terbaru. Hasilnya, Cawapres 02 Sandiaga Uno lebih berperan kepada elektabilitas Prabowo Subianto dibandingkan Paslon 01.
Survei Litbang Kompas diadakan pada 22 Februari-5 Maret 2019 dengan melibatkan 2.000 responden yang dipilih secara acak menggunakan metode pencuplikan sistematis bertingkat di 34 provinsi Indonesia. Margin of errorsurvei ini plus-minus 2,2 persen dengan tingkat kepercayaan 95%.
Survei Litbang Kompas, Sandiaga Lebih Dongrak Elektabilitas Dibandingkan Lawan
Hasil berhubungan dengan cawapres dirilis pada Jumat (22/03/2019). Sebanyak 71,9% responden memilih lantaran sosok capres, sedangkan alasan memilih karena sosok cawapres hanya 9,5%.
Dengan demikian, kedatangan sosok cawapres tetap mendapat sambutan dari pendukung kedua kubu. Sebanyak 89,7% responden pendukung Petahana mengklaim makin yakin memilih Petahana yang berpasangan dengan Ma’ruf Amin. Sementara itu, sebanyak 92,6% responden pendukung Prabowo mengaku yakin memilih Prabowo sesudah berpasangan dengan Sandiaga.
Siapa cawapres yang paling berperan mendongkrak elektabilitas capres? Di kelompok pemilih Prabowo-Sandi, sebanyak 16,7% responden memilih karena faktor Sandi. Sedangkan di kelompok pemilih Petahana, pilihan yang didasarkan oleh faktor Ma’ruf Amin hanya 5,4%.
Sebelumnya, survei Litbang Kompas sudah menjabarkan elektabilitas terbaru capres di Pemilu 2019. Hasilnya, elektabilitas Petahana sebesar 49,2%, sedangkan elektabilitas Prabowo-Sandiaga 37,4%. Ada 13,4% responden yang merahasiakan pilihan.
Beberapa petani dan nelayan mengeluhkan kebijakan pemerintah kini berhubungan perizinan yang sulit terhadap cawapres Sandiaga Salahuddin Uno. Sandiaga pun menjanjikan kepada mereka akan mempermudah perizininan apapun kalau memenangi Pilpres.
“Pengurusan perizinan susah, di bawah Prabowo-Sandi, kami akan permudah perizinan birokrasi. Untuk para nelayan yang hasil tangkap rendah, akan ada mekanisme industri dan usaha agar bisa hidup yang berkelanjutan. Pokoknya kita ingin fokus, agar nelayan bisa dapat harga yang baik kalau dibangun UMKM dan industrinya,” papar Sandiaga menjawab beberapa pertanyaan nelayan di Tangerang, Banten, Kamis (21/03/2019).
Sandi Wapres!, Sandi Kaji Kebijakan Cantrang
Cawapres 02 itu mengaku, setiap bertemu dengan nelayan di sejumlah titik lokasi kampanye, mereka selalu mengeluhkan kebijakan Cantrang. Dia juga berencana meninjau ulang (review) kebijakan ini.
Dia menilai, larangan penggunaaan cantrang mempengaruhi hasil tangkapan ikan oleh nelayan.
“Jadi Prabowo-Sandi sudah menyampaikan bahwa kami akan melakukan review terhadap kebijakan tersebut, dan siapa akan kita bela, tentunya kita akan bela kepentingan para nelayan,” urainya.
Eks Gubernur DKI Jakarta itu juga berjanji membangun infrastruktur di sektor pertanian yang memiliki pengaruh untuk rakyat. Dia juga berjanji akan memperlancar produksi bibit super kepada para petani.
“Kita mau menggalakkan kebijakan-kebijakan seperti menyetok impor saat panen, memperlancar distribusi pupuk, menjaga harga ongkos produksi petani seperti pupuk, bibitan, maupun obat-obatan benih harga stabil. Itu untuk maritim maupun pertanian, karena fokus kita swasembada pangan,” bebernya.
Anggota Badan Komunikasi DPP Partai Gerindra, Andre Rosiade mengoptimiskan Prabowo Subianto akan memenangkan Pilpres 2019. Dan, Andre mengatakan Presiden saat ini akan kembali ke kota asalnya, Solo.
“Insyaallah Pak Jokowi akan kita pulangkan ke kampung ke Solo,” imbuh Andre di Bakoel Koffie, Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (8/06/2018).
Kemudian, dia menegaskan bahwa Presiden tidak akan menyerahkan tiket pencalonannya kepada calon lain dan terlebih pada Gatot Nurmantyo.
Gerindra: Petahana Akan Kembali Ke Kota Asalnya
“Insyaallah Pak Prabowo akan mencalonkan diri. Kalau ada isu-isu akan memberikan tiket ke Pak Gatot itu Hoaks, itu tidak benar,” katanya.
Sebelumnya, Politikus PKS, Nasir Jamil membeberkan analisisnya sendiri mengenai Pilpres 2019 serta pencalonan Prabowo Subianto. Dia menilai, Capres 02 itu akan menyerahkan tiket kepada Mantan Panglima TNI, Gatot Nurmatyo.
Dengan demikian elite PKS lainnya, Hidayat Nur Wahid juga mengatakan Prabowo Subianto belum tentu maju pada Pilpres. Hidayat yang menjabat Wakil Ketua Majelis Syuro PKS menuturkan Prabowo dalam Rakornas Gerindra cuma mengklaim siap menerima mandat.
Ketua Umum Perkumpulan Swing Voters (PSV) Indonesia Adhie M Massardi melihat debat cawapres (Minggu, 17/03/2019), yang menunjukkan cawapres 01 dan cawapres 02 Sandiaga Salahuddin Uno cukup menentukan untuk para pemilih.
Oleh karena itu, dalam rezim elektoral yang menentukan pasangan calon presiden dan calon wakil presiden dipilih secara seksama kualitas cawapres juga dijadikan bahan pertimbangan oleh para pemilih.
Adhie mengatakan, daya tarik kualitas cawapres di kalangan swing voters hanya 15 persen. Sedangkan sisanya, didominasi kekuatan capresnya (45 persen) dan tim tim kerja (kabinet) lembaga kepresidenan (40 persen).
“Pada Pilpres 2014, pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla memiliki semua kekuatan itu, karena publik dijanjikan tim kerja yang akan dibangun Widodo-Kalla adalah kabinet profesional sebab tidak akan banyak memakai orang-orang partai politik,” urai Adhie.
Sandiaga Berhasil Optimalkan 15 Persen Suara, Ketum PSV: Prabowo-Sandi Unggul!
Saat ini, kabinet Palson 01 ternyata banyak diisi dengan orang-orang Parpol dan pimpinan institusi hukum yang seharusnya berntegritas sera tak partisan semacam kejaksaan dan kehakiman ‘diparpolkan’. Sehingga, pada 2019 ini paslon 01 kehilangan angka yang cukup besar di sektor ‘daya tarik tim kerjanya (kabinet)’.
“Hal ini bisa dilihat dari semakin gemuknya koalisi parpol pendukung capres/cawapres 01, yang tentu saja akan mengurangi jatah kalangan profesional dalam struktur kabinetnya. PKB saja, misalnya, secara terbuka sudah membooking 10 kursi kabinet,” kicau Ketua Umum PSV.
Berbicara mengenai Pilpres 2019, daya tarik maksimal yang dimiliki oleh paslon 01 pada 2014 malah berpindah ke Pasangan Prabowo-Sandi. Nilai kecapresan Prabowo (45 persen), poin Sandi sebagai cawapres (15) dan tim kerja yang berada di belakang pasangan 02 (40 persen) itu.
“Jadi debat antarcawapres tadi malam menjelaskan bahwa Sandi berhasil mengoptimalkan nilai yang 15 persen itu. Sementara Maruf Amin, meskipun tampil lebih baik dari yang diduga orang, tapi nilai yang diperoleh tidak signifikan karena posisinya dibayang-bayangi oleh sosok Jusuf Kalla, posisi yang digantikannya,” lanjutnya.
Dari analisi debat Cawapres, Adhie membeberkan peta Pilpres 2019 ini dengan matematika sederhana.
Poin Prabowo dan Petahana mungkin bisa dibilang masih imbang. Tapi Petahana kehilangan poin yang dimiliki Jusuf Kalla (2014), dan digantikan oleh sosok Maruf Amin. Tentu nilainya jauh berkurang.
“Sementara di kubu Prabowo, nilai yang diperoleh dari Hatta Radjasa (2014) masih melekat karena PAN tetap dalam koalisi, lalu masih dapat suntikan poin signifikan dari Sandiaga Uno,” jelas Adhie
Calon Wakil Presiden nomor urut 02, Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan Nahdatul Ulama (NU) merupakan mitra pembangunan Indonesia ke depan. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu berjanji, berssama capres 02 Prabowo Subianto akan merangkul dan membesarkan NU.
“Insyaallah, bersama dengan teman-teman, sahabat-sahabat dari NU sebagai mitra pembangunan Indonesia ke depan. Kami akan membesarkan dan merangkul NU. Kami pastikan jangan sampai dihantam hoax-hoax yang sangat-sangat tidak bertanggung jawab,” imbuh Sandiaga Uno saat di hadapan ulama, kiai, habaib, dan masyayikh di Taman Krida Budaya Jawa Timur, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Malang, Jatim, Senin (18/03/2019) malam.
Cawapres 02 itu melihat, 4 juta santri ditambah sederet alumninya menjadikan kekuatan besar untuk santri sebagai garda terdepan pembangunan Indonesia. Belum lagi 28 ribu pondok pesantren dan juga harus menjadi mitra pembangunan.
Sandi Wapres! Sandi: Kami Akan Merangkul Dan Membesarkan NU
“Ini kekuatan besar yang menempatkan santri sebagai garda terdepan pembangunan. Sumber daya manusia Indonesia yang berkarakter, berbudi pekerti, sehingga ke depan santri bisa memenangkan persaingan, dan Indonesia menang kalau santrinya juga menang,” urai Cawapres 02.
Sandiaga juga meminta kiai menyerukan kepada jemaah dan majelisnya bahwa Prabowo-Sandi ingin membawa Indonesia berdaulat secara ekonomi.
Dalam kesempatan ini, Sandiaga Uno berbicara mengenai dukungan yang diberikan Nahdliyin kepadanya. Marzuki Alie juga mendampingi Sandiaga Uno di acara ini.
Marzuki menyatakan mayoritas dzuriyyah (keturunan) pendiri NU sudah memberikan dukungan kepada Prabowo-Sandi.
“Tidak membawa institusi NU, boleh tidak memilih nomor satu, boleh memilih nomor dua,” urai Marzuki Alie.
Politikus Partai Demokrat ini memastikan tidak adanya pembelahan antarumat NU di Jawa Timur. NU akan menjadi satu kesatuan dan menjadi mayoritas umat Islam di Indonesia.
“Jadi tidak ada persoalan sebagaimana isu-isu yang disampaikan selama ini,” pungkas Marzuki.